WEBSITE RESMI DESA BAHARI TIGA

KECAMATAN SAMPOLAWA

KEBIJAKAN PEMBANGUNAN

Kepala Desa

APBDES TAHUN 2026

ALOKASI DANA DESA

35%

Rp 650.000.000

DANA DESA

50%

Rp 850.000.000

BAGI HASIL PAJAK

7%

Rp 45.000.000

PADes

3%

Rp 5.000.000

TOTAL PENDAPATAN

100%

Rp 1.550.000.000

PERANGKAT DESA

KEPENDUDUKAN

LAKI-LAKI
0
PEREMPUAN
0
JUMLAH
0

LAYANAN MASYARAKAT

BERITA DESA

Uncategorized
Admin Desa

Digitalisasi Desa: Mengubah Wajah Pelayanan Publik Lewat Penerapan E-Government

Selama dekade terakhir, paradigma tata kelola pemerintahan telah bergeser secara masif ke arah pemanfaatan teknologi informasi. Gelombang perubahan ini tidak lagi hanya menjadi monopoli kawasan perkotaan atau kementerian pusat, melainkan mulai merambah hingga ke level pemerintahan terkecil, yaitu desa. Penerapan e-government di tingkat desa hadir sebagai jawaban atas tuntutan zaman yang menginginkan efisiensi dan kecepatan. Dengan mengadopsi sistem digital, desa kini berpeluang memangkas birokrasi yang

Baca Selengkapnya
Uncategorized
Admin Desa

Strategi BUMDes dalam Menggali Potensi Lokal untuk Kemandirian Ekonomi Desa

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) kini tidak lagi sekadar menjadi lembaga pelengkap dalam struktur pemerintahan desa, melainkan telah bertransformasi menjadi motor utama penggerak ekonomi di tingkat tapak. Kehadiran BUMDes membawa misi besar untuk melepaskan desa dari ketergantungan absolut terhadap dana stimulan pemerintah pusat. Melalui pengelolaan yang mandiri dan berorientasi profit sekaligus sosial, BUMDes dirancang untuk mampu menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PADesa). Pendapatan inilah yang nantinya

Baca Selengkapnya
Uncategorized
Admin Desa

Musrenbangdes Partisipatif: Melibatkan Kelompok Rentan dan Perempuan dalam Perencanaan Pembangunan Desa

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) sejatinya merupakan forum tertinggi warga untuk menentukan arah masa depan desa mereka. Sayangnya, ruang publik yang sangat krusial ini kerap kali terjebak dalam formalitas yang elitis dan didominasi oleh segelintir tokoh formal atau kaum laki-laki saja. Akibatnya, usulan pembangunan yang dihasilkan cenderung bias institusional dan berfokus pada proyek infrastruktur fisik berskala besar semata. Padahal, esensi sejati dari tata kelola desa

Baca Selengkapnya
Scroll to Top